Donasi Terbuka BUDAYA TA' II 2013


Di tahun 2013 ini IKAMI Sulsel Cabang Malang akan mengadakan kegiatan kebudayaan BUDAYA TA' II untuk melakukan misi Pelestarian Kebudayaan di tanah Rantau. Berikut adalah spesifikasi Proposal :



PENDAHULUAN
  Indonesia adalah negara majemuk dengan beragam budaya. Kemajemukan budaya ini merupakan unsur kuat yang harusnya menjadi sumber inspirasi bagi gerak para pemuda Indonesia. Begitupun Sulawesi Selatan sebagai bagian dari Indonesia mempunyai budaya dan tradisi yang hari ini menjadi sumber inspirasi bagi kami para perantau Sulawesi Selatan.
  Berdasarkan hal tersebut kami dari Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pejalajar Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) Cabang Malang, terinspirasi untuk berkegiatan dalam hal melestarikan budaya kami di tanah rantau..Di tahun 2013 ini, wujud kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya yg bersifat kontinu kembali kami gelar dengan nama BUDAYA TA’ II (budaya kita ke-2) yg bertemakan Sulawesi Pa’Rasanganta/Sulawesi Kampung Halaman Kita.    
  Harapannya, dengan tema ini akan mempererat solidaritas dan melestarikan budaya , terbangunnya jiwa untuk mempertahankan budaya bangsa Indonesia, atas dasar sipakatau, sipakainge, sipakalebbi, kegiatan ini akan mewujudkan nilai nilai budaya Sulawesi Selatan untuk Indonesia yaitu TOBANA (tolong menolong, bahu membahu, nasehat menasehati).

TUJUAN
  - Memperkenalkan budaya Sulawesi Selatan di tanah Jawa.
  - Mempererat solidaritas antar ras, suku yg ada di Indonesia.
  - Mewujudkan pemahaman budaya dan keberagaman Indonesia.

WAKTU PELAKSANAAN
  DIALOG KEBUDAYAAN
     Hari/Tanggal : 11 Mei 2013
     Pukul : 09.00 WIB - Selesai
     Tempat : Taman Krida Budaya Malang

  PENJUALAN SOUVENIR, SAJIAN KULINER DAN PEMENTASAN SENI BUDAYA
     Hari/Tanggal : 12 Mei 2013
     Pukul : 19.00 WIB - Selesai
     Tempat : Taman Krida Budaya Malang 

ANGGARAN DANA
  KESEKERTARIATAN     Rp      736.500,-
  PERLENGKAPAN         Rp 23.957.000,-
  TRANSPORTASI          Rp   7.500.000,-
  ATRIBUT PANITIA       Rp  27.500.000,-
  MEDIA PUBLIKASI       Rp  19.100.000,-
  KONSUMSI                Rp   47.000.000,-
                                --------------------
                                 Rp 125.793.500 ,-

Donasi Di Kirim Ke : 
1247-01-001232-53-6 a.n IKAMI SULSEL CABANG MALANG (BRI)
7990670450 a.n Syarfina Juhaidah (BCA)
0197053682 a.n Hamzah Sanusi (BNI)
1520011978042 a.n Syarfina Juhaidah (Mandiri)

Confirm ke :
085399687650 (Jihad)
082143667858 (Sabiq)
085242245743 (Abi)

berikut adalah proposal lengkap : 


Demikian dan terima kasih atas Bantuan dan Kerja Samanya
Salam Hormat Panitia BUDAYA TA' II 2013

Sekilas Tentang Karya SENDOK GARPU Picture

Sendok Garpu Picture yang merupakan komunitas yang lahir dari hasil kreativitas anggota-anggota IKAMI Sulsel Cabang Malang telah menelurkan sebuah Film. Film ini diangkat dari kisah nyata fenomena kegiatan yang pernah terjadi di rumah Al-Kautsar 58.

Rumah ini merupakan rumah yang punya nilai sejarah untuk Perkembangan IKAMI Sulsel Cabang Malang. Karena rumah ini adalah salah satu instrumen kebangkitan organisasi ini saat 2006 sampai 2012. Dan terlebih lagi ide Sendok Garpu Picture tercetus di rumah ini.

Noval Dwinuari Anthony yang merupakan pelopor ide cerita dari film ini mengatakan "Ide cerita ini berawal dari kejadian-kejadian unik yang terjadi sehari-hari di Al-Kautsar 58. Satu dari kejadian unik itu kita kemas menarik dalam bentuk Film Pendek. Dan masih ada kemungkinan banyak kejadian unik yang bisa di kemas lagi dalam Film Pendek di Al-Kautsar 58".

Cover Film 
Adamry Muis mengatakan "Harapan ke depan, banyak hal dan wadah untuk bisa kita berkreasi. Misalnya dalam kejadian-kejadian unik ini bisa dikemas untuk menjadi sesuatu yang luar biasa".

Untuk melihat hasil karya mereka, silahkan tunggu tanggal launchingnya...

Berikut adalah Trailer nya :





Terima Kasih

Tulisan Oleh : Fachry Prasetya

Aksi Bersih angkatan 2012 IKAMI Sulsel Cab. Malang



Mengangkut Sampah


Sabtu, 23 Februari 2013

Ikami Sulsel Cab. Malang yang mana adalah organisasi berbasis Daerah mempunyai misi pengabdian Masyarakat dan juga Peningkatan Mutu Keilmuan bagi para anggota dan masyarakat sekitar. Demikian pentingnya misi ini Pengurus Cabang melakukan rangsangan terhadap Mahasiswa Baru angkatan 2012 untuk melakukan kegiatan yang berbasis Pengabdian Masyarakat sekaligus meningkatkan Mutu Keilmuan secara keorganisasian kepada mereka.


Oleh karena itu sebagai Mahasiswa Baru IKAMI Sulsel Cabang Malang mereka merancang kegiatan Aksi Bersih ini dengan Tema “Dari Mahasiswa Perantau Sulawesi Selatan Untuk Malang” pada hari Sabtu, 23 Februari 2013 di alun-alun kota Malang. Kegiatan ini secara eksternal bermaksud memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Alun-alun kota Malang dipilih menjadi Spot kegiatan karena merupakan salah satu Ikon kota.
Aksi Drama Teatrikal 
Pemberian Cindera Mata Kepada Pihak
Dinas Kebersihan Oleh Ketua Panitia
Kegiatan ini secara garis besar terdiri dari dua kegiatan yaitu Aksi Bersih dan juga Drama Teatrikal yang dibawakan oleh Mahasiswa Angkatan 2012 IKAMI Sulsel Cabang Malang. Dalam kesempatan ini hadir juga perwakilan dari Dinas Kebersihan kota Malang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mahasiswa Makassar atas diadakannya kegiatan ini, beliau mengatakan ini baru pertama Orda mengadakan kegiatan seperti ini. Di kesempatan tersebut juga Ketua Umum IKAMI Sulsel Cabang Malang memberikan apresiasi terhadap panitia.

Alun-alun Kota Malang pasca bersih-bersih 

Pengurus Cabang dan Angkatan 2012 berfoto bersama
Tomi Rahmatwijaya yang mana selaku ketua Panitia mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang membantu, “latar belakang kegiatan ini dilaksanakan karena kami masih menganggap kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan” begitu imbuhnya. 

Tulisan oleh : Fachry Prasetya


SANGGARA 2012



IKAMI Sulsel Cabang Malang yang tentunya merupakan organisasi Daerah, harus melakukan regenerasi yang untuk Pengembangan Organisasi secara utuh. SANGGARA' 2012 di adakan oleh Pengurus sebagai salah satu kegiatan yang mewadahi dan memberikan pengembangan pengetahuan bagi Mahasiswa Baru Sulawesi Selatan di tanah Rantau. Karena di anggap mereka akan menghadapi Kehidupan yang baru di tanah Rantau dan juga akan berorganisasi dan berkeluarga bersama IKAMI Sulsel Cabang Malang.

Kegiatan ini adalah pengaplikasian pelatihan Anggota IKAMI Sulsel Cabang Malang dalam bidang PPSDA. Dan tentunya menjadi kegiatan Rutin tiap tahun diadakan untuk pengembangan Mutu Keilmuan anggota.



Acara ini dilaksanakan 19-21 Oktober 2012 di Aula LKP2I Malang dan peserta yang mengikuti adalah 20 orang dari berbagai macam kampus. Panitia berusaha mengemas kegiatan ini untuk bisa dan dapat meningkatkan Mutu Keilmuan anggota yang berdasar pada Kearifan Lokal Sulawesi Selatan. Acara ini Resmi di buka oleh ketua KKSS Malang Raya yaitu Ayahanda Muslimin Machmud. Pada acara Pembukaan dihadiri banyak oleh Anggota selain peserta. 

Outbond
Fasilitator sedang Memberikan Arahan


Outbond
Kemudian acara ini selain dikonsep dalam ruangan kita tetap melakukan inovasi untuk memberiakan arena bermain dan edukasi yang bernuansa outbond untuk para Anggota. Materi-materi yang dibawakan pun adalah tentang pemahaman dasar keilmuan, kehidupan rantau dan kearifan lokal Sulsel.

Ketua Pelaksana (Syarfina Juhaidah) mengatakan ucapan terima kasihnya dan berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi IKAMI Sulsel ke depan.

oleh : Fachry Prasetya

Al-Kautsar


Tulisan dari : Moh. Sabiq 

ingat cerita tentang al kautsar?
tempat lelah kita rekatkan ukhuwah
tempat duduk kita tatkala belajar
tempat perbedaan mewarnai dunia
nuansa kampung tanah rantau!

ingat cinta tentang al kautsar?
dengan air yang menembus bebatuan?
seperti tawa al kautsar yang menembus kerasnya hati.
dengan ijab surga yang tak lekang oleh zaman?
seperti semangat al kautsar yang ingin terus menjulang.
tidak ada yang sia-sia dalam penciptaan?
seperti keringat yang takkan pernah menetes percuma.






dan ketika alkautsar jauh di ujung mata,
hujan rindu menerobos sukma,
jiwa meronta! mengejang dan mengeliat.
jiwa yang ingin menyapa! ‘bagaimana hidupmu?’

sebut saja al kautsar!
ketika kamu, aku, dia..
dia yang disini, yang disana, dia yang dimana-mana
satu! lantangkan pada huruf  u
semoga silaturahmi tetap terjaga penuh berkah.
meski rindu tak sempurna!

Anging Timur


Tulisan dari : Moh. Sabiq 

susah bila terus merujuk pada negeri ini
toh jelas sudah nusantaranya kaya seraya – rayanya
seperti payung yang tanpa kau mereka tetap ada

“keberagaman suku di nusantara adalah kemilau negeri ini”

(toraja)
jangan terburu-buru meninggalkan tanah
pijaklah kaki & lihatlah pulau ini
pulau yang beragam budaya
beragam bahasa dan beragam agama
lingkari jemari saudaramu
hargai perbedaannya!
jangan malu untuk berkata
“kami orang toraja karena kami sulawesi”

(mandar)
tanah ini indah, hampir saja kuanggap merdeka
penuh keberagaman nuansa keindahan budaya sulawesi
terpancar dari kilau simfoni yang membiru
lantas mengapa tidak kau lestarikan?
Kemaluan menyamarkan kebanggaanmu
ini toh budayamu, ini loh bahasamu!

(makassar)
aku dewasa dalam buaian lembut keso-keso
bersambut senyum orang tua kala senja di anjungan rumah tepian losari
dengung gendrang mengaung & sang penari menggeliat
pui-pui sekarat tak lagi menyeruak
waktunya menjaga apa yang akan kita lestarikan
berteriak nyaring dan melangkah saling terdepan untuk berdiri
ewako!

(bugis)
ugi, biarlah aku memanggilmu bugis!
walau engkau bukan pertama
tapi engkau yang berbeda
milikku, cintaku yang langgeng!

dibalik mataku ini
ku temukan kepingan sejarah
bahasa berdebu yang hampir tak terjamah
oleh zaman yang tiada henti tiada pula berdiam kaki

tancap laju dan tegakkan kata “budaya’ta”
agar tak sia sisa juang nenek moyang kita

kita tidak pernah tahu
sampai kapan kita punya budaya bertahan
hingga kita sadar kita satu, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa
bahasa persatuan!

BUDAYATA' 2012 : Perkenalkan Seni dan Budaya Sulsel di Kota Malang

Sinrili' dan Pa'coddo

Tulisan dari : Rahmat Al Kafi

Pagelaran seni dan dialog kebudayaan Sulsel (BUDAYATA 2012) yang dilaksanakan IKAMI Sulsel Cabang Malang (28/4) berlangsung meriah, sedikitnya 300 lebih undangan hadir di Café Budaya, Jetis, Kabupaten Malang. Para undangan berasal dari anggota IKAMI Sulsel Cabang Malang dan Surabaya, KKSS Malang, Surabaya dan Yogyakarta, para seniman yang didatangkan dari Solo dan Jakarta, Mahasiswa umum serta warga Malang secara umum.

Akanjara

Kegiatan ini bertema “Kami Sulsel, Kami Indonesia, Kami Bangga”, awalnya dirancang menjadi festival budaya Sulsel dengan tujuan untuk mengeratkan silaturahmi antar warga Sulsel (perantau, red) yang berada di Jawa Timur, khususnya di Malang. Namun, karena kurangnya dukungan dari pihak pemerintah daerah, acara tersebut berlangsung sederhana dengan konsep dialog dan pagelaran seni Sulsel.

Pada segmen dialog Kebudayaan, Suryadin La Oddang, Sekretaris KKSS Yogyakarta, sebagai narasumber pertama menyampaikan ulasan mengenai falsafah perantau Sulsel. Menurutnya, para perantau asal Sulsel seharusnya berangkat dengan membawa bekal seadanya dan pulang ke kampung halaman dengan hasil sebanyak-banyaknya. Pendapat tersebut berdasar pada petuah Bugis, Akkulu peppeko mulao, abbulu rompengko mulesu.

Anggaru

Sejalan dengan pendapat Suryadin La Oddang yang merupakan pemerhati Budaya Sulsel, Ahmad Husain sebagai panelis memaparkan konsep Pos Budaya sebagai strategi membangun kampong halaman dari luar, menyampaikan bahwa para perantau sebaiknya menjadi agen budaya dan pariwisata Sulsel. “Kita perlu memperkenalkan kebudayaan kita melalui obrolan ringan dengan para tetangga, sekaligus mempromosikan keragaman potensi wisata Sulsel”, Ungkap Direktur Marannu Institute ini.

Pada forum yang sama, Mursalim Nohong, koordinator mahasiswa pasca asal Sulsel di Malang yang hadir sebagai peserta dialog, menyampaikan bahwa kita (perantau, red) seharusnya tidak membangun istana di kampung orang. “Penghasilan kita di tanah rantau dibawa pulang untuk membangun istana di kampung sendiri saja”, usul Mursalin yang mengaku sebagai peserta dialog paling tua dalam forum tersebut.

MALAM PAGELARAN SENI YANG MERIAH 
Agenda panitia pelaksana selanjutnya adalah pagelaran seni budaya sulsel yang mempertunjukkan beragam kesenian asal Sulsel. Acara tersebut dikonsep baik dengan menggunakan pasinrili’ sebagai pemandu acara. Jamal Gentayangan dan Munawir yang berperan sebagai pasangan pasinrili’ dan pacoddo berhasil memukau para undangan.

Nyanyian Lagu Sulawesi Selatan
Para undangan tidak sekedar disuguhi penampilan pasinrili’ yang lucu, kritis dan informatif. Saat panggung pagelaran yang di dominasi sorotan cahaya merah menampilkan duel penabuh gendang, para penonton secara kompak bertepuk. Suara pui-pui berpadu dengan tabuhan gendang mencuri perhatian undangan.

Malam itu, undangan dihibur dengan pertunjukan seperti, mangngaru’, pembacaan puisi dan sanjak, lagu daerah daerah khas sulsel, dan tari empat etnis yang semuanya diperankan oleh anggota IKAMI Sulsel Cabang Malang. Seorang undangan mengaku sangat senang dan merasa seperti sedang di kampung halaman. “Kayak di Makassarka kurasa!”. Ungkap Sukri Arief, Mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas Brawijaya,

pada akhir acara. Ketua Umum IKAMI Sulsel Cabang Malang, Rahmat Al Kafi mengatakan bahawa esensi kegiatan ini adalah pelestarian budaya sulsel, pendidikan kebudayaan untuk manusia sulsel dan merajut Indonesia agar keluar dari perpecahan. Dan cita – cita ini tidak berhenti sampai di sini harus terus di lanjutkan. 

Penari 4 etnis
Penari 4 etnis

HARAPAN TERHADAP PEMERINTAHAN SULSEL
Sebelum acara selesai, para pengurus menyampaikan harapannya atas pengembangan fasilitas bagi para mahasiswa yang menuntut ilmu di Malang. Melalui Munawir, Ketua panitia kegiatan tersebut, IKAMI Sulsel mengharapkan adanya perhatian pemerintah provinsi Sulsel terhadap para mahasiswa/pelajar di Malang yang saat ini mencapai 700 orang, baik pelajar di tingkat SLTA hingga mahasiswa program doktor.
“Sudah lama kami menunggu perhatian pemprov Sulsel, proposal juga sudah disampaikan. Namun hingga saat ini belum juga ada respon”, Kata Munawir.